ASPEK GENDER DALAM KETAHANAN PANGAN: Situasi Dan Strategis Penguatan Ketahanan Pangan Untuk Pencegahan Stunting


26 Nov 2020 14:11:41


Jakarta- Kamis, 26 November 2020. Isu stunting saat ini masuk dalam program prioritas nasional, sehingga diperlukan strategi untuk mendukung keberhasilannya, salah satu strategi yang dipandang mampu untuk mewujudkan penurunan stunting ini yaitu pengarusutamaan gender (PUG). Implementasi PUG diharapkan dapat mewujudkan taeget penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Pada kesempatan webinar yang dilaksanakan oleh kantor staf wakil presiden pada tanggal 25 November 2020, Kementerian Pertanian menjadi salah satu Kementerian yang undang untuk menyampaikan implmentasi aspek gender dalam program penurunan stunting.

Pada kesempatan tersebut Kementerian Pertanian yang di wakili oleh Kepala Biro Perencanaan Dr. Ir. Ketut Kariyasa, M.Si menyampaikan, sektor pertanian adalah salah satu sektor penyelamat pada kondisi resesi saat ini, sektor pertanian memiliki peran penting dalam penyediaan pangan untuk 267 juta jiwa.  Hal ini mendudukan sektor pertanian sebagai sektor penguat dalam menjaga ketahanan pangan khususnya bagi keluarga.

Saat ini Kementerian Pertanian telah menetapkan program untuk mendukung ketahanan pangan melalui kegiatan yang masuk dalam kelompok intervensi sensitif untuk penurunan prevelensi stunting yaitu Optimasi Pemanfatan Pekarangan melalui Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari/Pekarangan Pangan Lestari (KRPL/P2L) di 260 Kab/Kota lokasi fokus interensi penurunan stunting 2018-2020. Dalam pelaksanaannya kegiatan P2L melibatkan tim penggerak PKK, Posyandu, Tokoh Masyarakat dan Agama, dimana sebagian besar peran wanita menjadi peran utamanya.  Kegiatan P2L memberikan akses, partisipasi, dan memberikan manfaat tidak hanya kepada laki-laki tetapi perempuan dan anak-anak. 

Untuk mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting, Tahun 2021 Kementerian Pertanian melakukan fasilitasi kegiatan tersebut melalui:

  1. P2L sebanyak 1.000 kelompok di 100 kab/kota dengan lokasi fokus intervensi penurunan prevelensi stunting tahun 2021;
  2. Menyediakan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik sebanyak 302 kelompok di 100 kb/kota lokasi fokus intervensi penurunan prevelensi stunting tahun 2021; dan
  3. Kegiatan pengembangan Budidaya Padi Kaya Gizi (Biovortifikasi) seluas 50.000 ha.

Dengan demikian kegiatan Pengarusutamaan Gender tidak hanya berkontribusi penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian tetapi juga mendukung pembangunan nasional karena tidak hanya melibatkan peran laki-laki dan perempuan tetapi juga kaum milienial.



Komentar