Lahan Menyusut Produksi Meningkat


12 Ags 2019 07:30:50


Pada periode 2012-2018, pertumbuhan ekonomi nasional (PDB nasional atas dasar harga konstan 2010) cenderung mengalami penurunan dari 5,56 % ke 5,17%.  Dalam tiga tahun terakhir melambatnya pertumbuhan ekonomi global menyebabkan berkurangnya permintaan dan transaksi ekspor impor dengan negara-negara mitra dagang Indonesia. Perang dagang antara Amerika dan RRT ikut memperparah situasi ini. Namun pada kurun waktu yang sama, pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan secara umum justru naik dari 3.85% menjadi 3.91%.  Pada periode tersebut PDB sektor pertanian, kehutanan dan perikan telah naik 25% dari Rp 1.039 trilyun ke 1.307 triliun yang merefleksikan peningkatan produksi sektor ini. Peningkatan terbesar pada 1 tahun terakhir terjadi pada tanaman hortikultura (6.99%) dan perikanan (5,2%) yang bahkan melampaui pertumbuhan PDB nasional (5.17%).  Peningkatan PDB ini mencerminkan peningkatkan produksi dan nilai tambah yang terjadi dalam kurun waktu tersebut.  PDB pertanian terbesar disumbang oleh tanaman perkebunan (3,30%) dan tanaman pangan (3,03%).  Hal ini dapat dipahami mengingat tanaman perkebunan merupakan andalan ekspor sedangkan besarnya PDB tanaman pangan didorong oleh kebutuhan konsumsi domestik yang juga sangat besar.

Dari sisi kontribusi terhadap PDB, secara umum sektor pertanian, perikanan dan kehutanan sedikit mengalami penurunan dari 13.37% pada tahun 2012 ke 12.81% pada tahun 2018. Namun demikian tidak semua sub sektor mengalami penurunan kontribusi. Tanaman hortikultura dan peternakan cenderung stabil. Bahkan sub sektor perikanan mengalami peningkatan kontribusi terhadap PDB nasional secara signifikan dari 2.16 ke 2.60%.  

Sektor Pertanian tetap memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan PDB Nasional, tegas Abdul Basit (Kepala Biro Perencanaan Kementan), tanpa disangka trend produksi beberapa komoditas pertanian yang cenderung positif berkontribusi nyata pada PDB sektor pertanian, ditambah keseriusan kebijakan kementerian Pertanian dalam mendorong ekspor, pungkasnya.

Sektor Penyerapan tenaga kerja sektor pertanian cenderung mengalami penurunan dari 39.6% pada 2012 menjadi 35,7% pada 2018, seiring dengan berkurangnya lahan pertanian, ini suatu hal yang luar biasa dimana kondisi lahan berkurang tetapi kementerian pertanian masih menunjukkan kinerja produksinya mengalami peningkatan, ungkap Abdul Basit. kita sadari bersama bahwa di era menteri amran banyak program terobosan yang dampaknya akan terlihat di 4 -5 tahun seperti program UPSUS PAJALE, di awal semua meragukan bahwa program ini akan berjalan baik, tetapi pelan tapi pasti dengan menerapkan pertanggungjawaban kinerja yang melekat di tiap pejabat yang turun ke lapangan untuk cek Luas tambah tanam, cek optimalisasi pemanfaatan Alsintan dan eksekusi di lapangan memberikan dampak positif.



Komentar