Peluang Digital Pertanian


19 Jun 2020 14:00:54


Teknologi informasi dan komunikasi (ICT), menjadi salah satu sektor yang kebal terhadap dampak pandemi Covid-19. Berdasarkan rekapitulasi data ekonomi makro terakhir, TIK tumbuh 9,81% atau hampir double digit. Pandemi telah mengubah perilaku masyarakat yang kian nyaman menggunakan teknologi digital. Di era new normal, perekonomian kemungkinan besar akan ditopang oleh sektor digital yang terbukti terus meroket di masa pandemi. TIK dan ekonomi merupakan dua elemen penting yang akan menjadi pilar dalam mendukung proses kerja manusia usai pandemi nanti. Sejumlah perusahaan ICT ternama mulai menyiapkan teknologi terdepan seperti 5G, Cloud dan Artificial Intelligence untuk mempercepat pemulihan ekonomi global pascapandemi. Bagaimana industri ICT menghadapi era new normal dan strategi apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap teknologi digital?

Dari sisi pelaku dalam waktu yang sangat singkat mempersiapkan langkah langkah safeting, dengan bermunculnya pemain baru, Indonesia merupakan pangsa marketing digital. Dan tumbuh sangat banyak di masa pendemi ini. Karena new normal orang cenderung belanja sarana prasarana mendukung new normal, pasar ini juga mulai merambat naik. Asumsi sekarang pola bekerja dirumah dengan menggunakan teknologi dirasakan sangat efektif dan efisien, dimana dulu sempat diragukan setelah ada pendemi ini ternyata bisa dilakukan. Peluang inilah yang menarik untuk di bidik. Sebagai contoh Rumah sakit saat ini sepi, ada pemikiran bagaimana mendigitalisasi rumah sakit dan beberapa contoh lain, pola budaya kerja yang bergerak ke online.

Pola belanja, budaya belanja yang menjadi trend membuka peluang kemitraan menjalankan sarana prasarana ICT antara produsen dan konsumen bakalan terjadi. Terbukti dengan pergerakan Penyedia bandwidth skala nasional mulai bergerak ke rural. Potret ini terlihat pergerakan budaya pergeseran teknologi sudah merambah ke pedesaan.

Membaca peluang ini dari sisi produsen dan penyedia layanan pastinya akan menggenjot pelayanan online, peluang akan bertambah kalau ada kebijakan bekerja dirumah, ada beberapa aplikasi pendukung yang bertambah (cloud, Aplikasi, Bandwitch).

Sektor Pemerintahan harus segera sigap menangkap peluang era digital yang sebenarnya, penyiapan infrastruktur, sarana pendukung, kesiapan SDM, Sistem informasi birokrasi secara holistic haruslah sudah mempunyai skema besar untuk 5 sampai dengan 10 tahun kedepan.

Kebijakan kementerian pertanian dengan memberikan ruang transformasi digital dalam renstra untuk 5 tahun kedepan dirancang sebagai wadah untuk menjawab persoalan digital ke depan. Implementasi level program dan kegiatan yang mengarah pada tuntutan pasar digital harus nyata. Apakah mungkin sektor pertanian siap didigitalisasi?

Berdasarkan data tahun 2020 ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia, naik 17% dari tahun sebelumnya. Berdasarkan total populasi Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa, artinya 64% setengah penduduk Indonesia pernah akses ke dunia maya. Disamping itu saat ini pengguna mobile phone di Indonesia sebanyak 338,2 juta, yang tidak kalah menariknya adalah 160 juta pengguna aktif media sosial. Bagaimana pendekatan untuk merubah 160 jt orang ini terjun untuk bergerak bersama dalam konsepsi memajukan bisnis digital sektor pertanian, Peluang pasar digital sangatlah menarik apalagi kementerian pertanian bisa memaksimalkan untuk bisa menjangkau sampai dengan level petani. Butuh effort yang besar tentunya untuk memulai, tidak hanya sebatas gagasan di atas kertas, tetapi bagaimana bisa terimplementasi dengan melihat tingkat penggunaan internet sampai pelosok desa.



Komentar